Milad IMMAJ ke-27: Tentang Pulang

(16/12/2011) Berfikir untuk sejenak berhenti dari kegiatan tulis menulis dan fokus pada tugas-tugas akhir dalam kapasitas sebagai Mahasiswa akhirnya terlanggar juga. Bukan karena jenuh, bosan, ataupun (bahkan) putus asa, hanya karena setelah lebih dari sepuluh pesan yang masuk dengan bahasa yang persis sama, menyampaikan (tepatnya mengingatkan) bahwa besok (17 Desember) Ikatan Mahasiswa Manajemen (IMMAJ), atau yang biasa kita sebut dengan si Rumah Biru kembali berulang tahun pada angka yang ke-27, yang kemudian membuat saya (dan mungkin beberapa orang lainnya yang menerima pesan tersebut juga) tersenyum dan berfikir, membayangkan, atau lebih tepatnya dibahasakan dengan kembali merindukan tiap momen yang saya dan orang-orang luar biasa lainnya dapatkan selama berproses didunia Hitam Putih.

Ikatan Mahasiswa Manajamen (IMMAJ) yang diketahui sebagai lembaga yang diakui di tingkat jurusan (Manajemen) pada Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin adalah sebuah organisasi formal yang dimana memiliki peran, tugas, dan tanggung jawab dalam pengembangan kapasitas dan pembelajaran softskillatau apapun yang tidak didapatkan diruang-ruang perkuliahan oleh mahasiswa-i Jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.

Source: immajfebuh.org

Namun, terlepas dari itu semua,bagi orang-orang yang berproses didalamnya, Ikatan Mahasiswa Manajemen (IMMAJ) bukanlah sekedar tempat atau sarana peningkatan kapasitas dan mengaktualisasikan diri guna menjadi seseorang yang disebut sebagai kaum intelektual yang berkarakter. Akan tetapi diatas itu semua, Ikatan Mahasiswa Manajemen (IMMAJ) adalah sebuah Rumah. Rumah dimana ketika kita masuk didalamnya, kita tidak akan pernah merasa sepi, lapar, haus, dan sedih.Danyang terbaik, ketika kita tersesat, kita selalu tahu bahwa ada si Rumah Biru sebagai tempat yang akan senantiasa tersenyum senang menunggu kita pulang dan kembali bersama keluarga Biru.

Di sini kita bertemu dengan banyak orang-orang hebat, di sini kita menjalani proses-proses yang begitu bermakna sebagai pribadi yang senantiasa bergerak menuju kesempurnaan, di sini kita menghabiskan waktu bersama membina keakraban yang InshaAllah tidak akan pernah tereduksi bahkan oleh waktu sekalipun. Di sini kita sadar dan memahami bahwa kita bisa memiliki keluarga baru yang juga sangat luar biasa, yang mampu membuat kita (serendah apapun kita) akan merasa berarti.

Hampir tidak ada kata-kata yang dapat bisa menggambarkan secara utuh tentang perasaan yang begitu luar biasa kagumnya atas Rumah Biru tercinta ini, hanya dapat membahasakan bahwa akan selalu menjadi sebuah Kebanggaan dan Kehormatan tersendiri bagi saya bisa bergabung, diterima, dan bagaimana kemudian berproses bersama-sama manusia-manusia luar biasa dalam Rumah Biru ini.

Kembali selalu mengutip pesan kanda Eqi: “Jangan pernah jadikan IMMAJ sebagai terminal, dimana kehadirannyatidak lebih dari sekedar tempat persinggahan. Akan tetapi,jadikanlah Ia (IMMAJ) sebagai Rumah, Rumah dalam konteks Homedan bukan House.Houseadalah bentuk fisik dari sebuah rumah (bangunan), namun Homeadalah jiwa atas rumah tersebut.Jiwa yang akan selalu menjadi tempat kita kembali (pulang). Karena ada banyak House,namun hanya akan ada satu Home,yaitu tempat yang merepresentasikan jiwa atas rumah dan menjadi tempat yang kemanapun kita pergi, akan kembali ke dia (Rumah Biru).

Selamat ulang tahun IMMAJ, selamat ulang tahun si Rumah Biru.

IMMAJku, IMMAJmu, IMMAJ kita semua.Berjalan, Berkarya, dan Tumbuh.. Bersama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s